“Terima kasih bapak, kita tidak saling kenal tapi bapak datang menjenguk kami,” ungkap Yuliana Julilewar terisak.
“Bapak akan selalu ada di hati kami,” imbuhnya penuh haru.
Beberapa ibu yang sempat berjumpa dengan SPK tanpa sadar menitikkan air mata haru menyaksikan kehadiran SPK di tengah-tengah mereka.
Usai berjumpa dengan warga, SPK mengungkapkan bahwa kehadirannya di lokasi pengungsian adalah tuntunan nurani dan panggilan kemanusiaan.
Ketika ditanya tentang persiapannya untuk mengikuti debat kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Rabu, (6/11/2024), Simon Petrus Kamlasi hanya menjawab singkat.
“Bathin saya tidak akan tenang kalau saya belum sampai ke sini lalu memamerkan segala kehebatan di panggung debat. Lebih baik mereka mengalahkan saya karena tidak siap daripada saya tampil memukau di panggung sementara saya belum datang melihat saudara saya yang sedang tertimpa bencana di Flores Timur,” tutur sosok yang dijuluki Jenderal Air ini.
SPK mengatakan, sebagai tentara dirinya harus selalu siap berada di garda terdepan Ketika bencana tiba. Itulah kenapa dia menetapkan salah satu misinya yakni SIAGA bencana.
“Bapa mama, mohon bersabar, kita doakan bencana ini cepat berakhir. Saya hadir di tengah bapa mama semua untuk melihat apa yang harus segera kita lakukan dalam membantu kebutuhan dasar selama di pengungsian ini,” ucapnya.
SPK menyampaikan, ketersediaan toilet, juga air bersih, harus menjadi prioritas bagi pengungsi. Untuk itu, pihaknya akan berusaha untuk membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
“Kita tidak tahu sampai kapan ini berakhir, karena itu kita harus memastikan fasilitas yang dibutuhkan itu tersedia. Di sini masih perlu air bersih, perlu juga kamar mandi dan toilet. Kami paket SIAGA juga memiliki program SIAGA Bencana, di mana kita harus tanggap terhadap bencana, karena mereka (warga terdampak) adalah saudara kita juga,” bebernya.
Setelah satu jam berkeliling untuk menyapa warga terdampak serta memberi motivasi dan penguatan kepada mereka, calon gubernur NTT itu berpamitan untuk mengunjungi warga lainnya di lokasi pengungsian berbeda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











