ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kekhawatiran Massal Usai Kasus SMPN 8, Siswa SMPN 5 Kembali Dilayani Makan Bergizi Gratis

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Artinya, kepercayaan itu mulai tumbuh kembali. Tapi kami tidak bisa memaksakan. Anak-anak juga manusia, mereka punya cara berpikir sendiri. Tugas kami adalah menciptakan rasa aman,” tambah Ferderik.

Koordinasi Intensif dengan Penyedia MBG

Ferderik juga menjelaskan bahwa pihak penyedia makanan, dalam hal ini MBG, turut hadir ke sekolah untuk berdialog dan menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang muncul. Meski belum ada bukti kuat bahwa makanan dari MBG menjadi penyebab insiden di SMPN 8, langkah antisipasi tetap diambil.

Baca Juga :  Kemitraan Perguruan Tinggi dan Sektor Privat Hasilkan SDM Unggulan

“Kami terus berkoordinasi. Penyedia makanan juga sudah menyampaikan, jika ada nasi, lauk, atau sayur yang rusak, mereka siap menggantinya. Mereka fleksibel dan terbuka,” katanya.

Sebagai tindakan pencegahan, sekolah juga kini menerapkan sistem penyajian sampel makanan terlebih dahulu—diambil dari bagian tengah wadah makanan, bukan atas atau bawah—guna menghindari bagian yang mungkin kurang layak konsumsi.

Baca Juga :  Siswa SMPN 5 Kupang Tolak MBG

Evaluasi dan Pengawasan Terus Berjalan

Dinas Pendidikan Kota Kupang disebut telah memberikan arahan untuk meminimalkan kejadian serupa. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembatasan konsumsi makanan di area kelas bawah dan atas secara bergiliran, untuk menjaga ketertiban dan kebersihan.

“Kami berharap ini menjadi pembelajaran. Baik untuk sekolah, penyedia makanan, maupun orang tua siswa. Tujuan program makan gratis ini mulia. Mari kita jaga bersama agar tidak ternoda oleh kelalaian atau misinformasi,” tutup Ferderik.

  • Bagikan