ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

IGI Gelar Rakernas dan Lantik Pengurus 2026–2031, Dorong Kesejahteraan dan Inovasi Pendidikan

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
IGI Gelar Rakernas dan Lantik Pengurus 2026–2031, Dorong Kesejahteraan dan Inovasi Pendidikan ( Ist)

Salah satu sosok yang dipercaya masuk dalam jajaran pengurus pusat adalah Fransiskus Xaverius Berek, yang mewakili Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum Pengurus Pusat IGI Nomor: 009/PP/KEP/0/II/2026.

Fransiskus bukanlah sosok baru dalam organisasi IGI. Ia pernah menjabat sebagai Ketua IGI Kabupaten Flores Timur periode 2018–2020 dan kini dipercaya sebagai pembina IGI Flores Timur. Selain aktif dalam organisasi, ia juga menjabat sebagai kepala sekolah di SMPK St. Isidorus Lewotala.

Dalam struktur kepengurusan pusat, Fransiskus ditunjuk sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi, sebuah posisi strategis yang berperan dalam penguatan kelembagaan serta pembinaan kader organisasi di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  30 Sekolah Di Kota Kupang Siap Terima Siswa Secara Online

Dalam keterangannya, Fransiskus menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah di tingkat nasional. Ia juga menegaskan komitmennya untuk membawa semangat perubahan dari daerah ke tingkat pusat.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan Lewotana atas mandat ini. Ini adalah kepercayaan besar dari organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran IGI di daerah, khususnya di Flores Timur, dalam mendorong perubahan nyata di sektor pendidikan.

Baca Juga :  Hardiknas 2026: Gubernur NTT tekankan pentingnya penguatan akademik, karakter, dan jiwa kewirausahaan

“Ikatan Guru Indonesia Flores Timur harus terus tergerak, selalu bergerak, dan berdampak bagi pendidikan di Flores Timur. Semoga amanah ini menjadi langkah besar dalam menggerakkan perubahan pendidikan, memperkuat kolaborasi guru, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak luas bagi generasi masa depan,” katanya.

Menurut Fransiskus, kolaborasi antar-guru menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan progresif. Ia menilai bahwa tantangan pendidikan tidak dapat diselesaikan secara individu, melainkan membutuhkan kerja sama lintas daerah dan lintas disiplin.

Baca Juga :  Gubernur Melki Laka Lena :  Pendidikan Jadi Langkah Penting Membentuk Masa Depan Bangsa

Rakernas IGI 2026 ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen rekomendasi, tetapi juga langkah konkret yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah. Dengan demikian, peran IGI sebagai organisasi profesi guru dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh para pendidik di seluruh Indonesia.

Melalui forum ini, IGI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan, demi mencetak generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

 

  • Bagikan