“Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen kita bersama untuk menjaga warisan alam bagi anak cucu. Ini juga menjadi momen pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.
Pemerintah Daerah, lanjutnya, akan terus mendorong inisiatif semacam ini untuk menciptakan daerah yang tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim.
Penanaman mangrove jenis Rhizophora mucronata ini diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis pesisir sebagai benteng alami terhadap abrasi dan gelombang laut, sekaligus sebagai penyerap emisi karbon yang berkontribusi besar terhadap mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, serta menyambut Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli dan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjadi pelaku aktif dalam pelestarian lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











