Lokasi kedua yang dikunjungi Gubernur Melki adalah Puskesmas Hadakewa di Kecamatan Lebatukan. Setelah diterima secara adat, Gubernur Melki disela melakukan Peninjauan Program Cek Kesehatan Gratis juga meninjau fasilitas yang ada pada Puskesmas Hadakewa serta kondisi yang dialami nakes yang bekerja di dalamnya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Melki ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat diutamakan.
“Setiap Pasien gawat darurat yang datang ke puskesmas atau rumah sakit harus diambil tindakan, administrasi kemudian. Langsung dikerjakan, pelayanan harus yang utama,” jelas Gubernur.
Selain cek kesehatan gratis, Gubernur juga meminta perhatian para tenaga medis di Puskesmas Hadakewa untuk fokus mengatasi persoalan stunting serta kasus kematian ibu dan anak.
Gubernur Kunjungi SPPG Lamahora
Setelah melakukan kunjungan ke Puskesmas Hadakewa, Gubernur langsung melakukan kunjungan ke Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi Lamahora (SPPG). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur meninjau ruangan demi ruangan SPPG Lamahora untuk memastikan proses pengolahan Makan Siang Gratis sungguh berjalan sesuai dengan harapan Presiden Prabowo. SPPG Lamahora bermitra dengan Yayasan Berkat Citra Lembata.
Gubernur Melki, berharap adanya Dapur MBG akan membuka adanya lapangan kerja baru, pemberdayaan UMKM dan Petani Lokal, pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam peninjauannya Gubernur Melki melihat langsung kesiapan peralatan dapur, kapasitas dapur, dan berbagai standar kebersihan dan keamanan pangan dan telah mengikuti pelatihan tentang penyediaan makanan bergizi.
“Semua 50 orang disini pasti senang bekerja di dapur MBG ini. Tentunya bahan baku yang ada disini pastinya akan dipasok dari berbagai Petani. Tentunya ini akan menyejahterakan masyarakat khususnya Petani sawah, Petani sayuran, buah-buahan maupun para Peternak dan Nelayan nantinya,” jelas Melki.
Dijelaskan Melki, dana yang dipersiapkan Pemerintah untuk MBG di NTT sebesar Rp 9 triliun.
“Kita harus menangkap peluang ini sehingga perputaran uang yang begitu besar ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kerahkan semua kekuatan agar uang Rp 9 triliun ini tidak kembali lagi ke Jakarta, tapi tetap berada dan berputar di NTT,” jelas Melki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











