Raja Ghana Afrika Hadir Dalam Hajatan Rohani ini
KUPANG, fokusnusatenggara.com — Keluarga besar Nope Detaq menggelar Natal bersama di Hotel Cahaya Bapa Kupang, Minggu 11 Januari 2026. Natal bersama diikuti semua utusan Sonaf dari swapraja Kerajaan Amanuban. Selain itu juga undangan para Usif, Raja sedaratan Timor. Dari luar i hadir Raja Noksohene of New Sawereso dari Ghana Afrika HRM.King Dr.Vance Whippo dan Permaisurinya HRH.Dr Princess Veny.
Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Badan Perbatasan,Maksi Nenabu menyatakan mengapresiasi keluarga besar Nope Detaq yang melaksanakan Natal bersama yang dihadiri semua warga Sonaf Kerajaan Amanuban dan juga utusan usif raja-raja lainnya dari daratan Timor.
Untuk itu Gubernur Melki minta kerukunan keluarga besar Nope Detag bersama para pemangkut adat swapraja kerajaan Amanuban untuk turut membantu program pemerintah NTT.
“ Saya apresiasi Natal bersama kerukunan keluarga besar Nope Detag dimana dalam hajatan ini hadir raja Ghana dari Afrika bersama permaisurinya. Untuk itu saya minta keluarga besar Nope Detag bersama para pemangku adat Swapraja Kerajaan Amanuban di Amnuban dan juga yang tersebar di NTT untuk ambil bagian mendukung program pemerintah NTT ,” kata Gubernur NTT Melki Laka Lena
Lebih lanjut Gubernur Melki menyebutkan kasus stunting di NTT masih menjadi momok dan Kabupaten TTS stuntingnya tertinggi di NTT.
“ Stunting di NTT masih menjadi momok. Dan Kabupaten TTS termasuk tertinggi stuntingnya di NTT. Mari kita bahu membahu berupaya dengan menurunkan angka stunting ini. Saya yakin warga adat swapraja Kerajaan Amanuban yang sudah ikut berperan dan saya harap peran yang ada itu perlu ditingkatkan ,” harap Gubernur Melki.
Masih dalam sambutan tertulisnya Gubernur Melki juga minta dukungan keluarga besar Nope Detaq tidak nya untuk program stunting tetapi juga untuk program pemerintah lainnya. “ Dukugan untuk program pemerintah tidak hanya sebatas stunting. Tetapi saya minta untuk program pembangunan lainnya ,” pinta Melki Laka Lena
Sementara itu Usif Misa Nope dalam sekapur sirinya mengatakan Natal bersama tahun ini ada yang ke 67 bagi keluarga besar swapraja kerajaan Amanuban,Kabupaten TTS.
“ Ini adalah natal bersama keluarga besar Nope Detag dalam lingkaran swapraja Kerajaan Amanuban yang ke 67. Natal pertama dilaksanakan pada Desember 1958 lalu, diiniasi Raja Amanuban kala itu Usi Pae Pina Nope. Sebagai ketua panitia adalah Yacob Detaq. Natal bersama kala itu dihadiri hampir 70 ribu warga kejaraan Amanuban ,” kata Usi Misa Nope.
Usi Misa Nope menyebutkan cikal bakal adanya Natal bersama Desember 1958 itu bermula ketika Raja Amanuban kala itu Usif Pae Pina Nope pada bulan Juli 1958 dibatis menjadi pengikut agama Kristen Protestan.
“ Setelah dibaptis 70 ribu rakyatnya ikut dibaptis menjadi pemeluk agama protestan. Untuk mensyukuri itu pada Desember 1958 dilaksanakan Natal bersama, diikuti semua warga kerajaan Amanuban. Perhelatan acara itu cukup besar dan meriah ,” jelas Usi Misa Nope.
Usif Misa juga menyebutkan natal bersama keluarga besar Nope Detaq ini setiap tahun berpindah –pindah bergilir dari Sonaf ke Sonaf lainhya dalam lingkup swapraja Kerajaan Amanuban.
“Perayaan Natal bersama ini selalu berpindah –pindah lokasinya dari Sonaf ke Sonaf. Natal berikutnya diputuskan dilaksanakan di kota Soe ,” katanya.
Lebih lanjut Usi Misa Nope menyebutkan keluarga besar Nope Detaq selama ini sudah berkarya mendukung program pemerintah `khususunya di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dukungan ini diberikan sejak Bupati TTS pertama Kusa Nope secara berkesinambungan hingga Bupati Wilem Noe dan sekarang ini Buce Lioe.
“ Selama ini bersama para pemangkut adat, Amaf, Oof dengan cara kami sendiri sudah berkarya mendukung program pemerintah diberbagai bidang pembangunan ,”kata Usif Misa Nope.
Sementara itu Fetnai Kohe Pasumain Nope Ketua Panitia Natal bersama keluarga besar Nope Detaq dalam laporannya menyebutkan keluarga besar Nope Detaq yang mengikuti hajatan rohani kali ini dari daratan Timor dan sekitarnya. Semula keluarga Nope Detaq dari Australia, Belanda dan Amerika menyatakan hadir namun absen, karena ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.
“ Utusan keluarga Nope Detaq dari Astralia, Belanda dan Amerika yang semua menyatakan hadir, akhirnya absen karena ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan ,” kata Fetnai Kohe Pasumain Nope.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











