“ Sudah berulangkali, kami peringatkan,ini wilayah perang. Jangan membangun apapun. Tetapi masih mau melawan. Karena itu begitu ada aktivitas dan anggota pasukan kami melihat akan serang. Soal pembangunan, biarlah setelah kami merdeka baru membangun sendiri diwilayah kami tanah tumpah darah Papua ,” jelas Sebby Sambom.
Sebby menyebutkan pula, bahwa tugas aparat militer Indonesia di Papua, hanya untuk melakukan pengamanan negara serta perang melawan TPNPB-OPM. “ Bukan ditugaskan menjadi tukang bangunan, tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, serta tugas dan fungsi sipil seperti biasanya ,” katanya.
Karena itu tegas Sebby, TPNPB OPM memerintahkan kepada seluruh warga transmigrasi Indonesia yang berada di Papua, untuk segera keluar dari Tanah Papua. Sebab, TPNPB OPM di 36 Kodap akan melakukan eksekusi mati bagi seluruh warga Indonesia yang bekerja sebagai tukang ojek, tukang bangunan, pegawai negeri bahkan tenaga kesehatan dan pendidikan.
“ Fakta dilapngan, semua ahli fungsi sipil telah dikendalikan oleh aparat militer Indonesia di daerah konflik bersenjata di Tanah Papua. Karena itu tidak ada kata lain, kami lawan,” katanya.
Menyangkut penembakan dua angota militer versi TPNPB OPM ini, sejauh ini Polda Papua belum memberikan keterangan resmi. Sejumlah awak media sudah berupaya menguhubungi Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Beny Ady Prabowo belum dijawab.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











