Di bawah suasana sederhana pinggir sawah, rasa syukur para petani begitu terasa. Mereka menyampaikan terima kasih karena bendungan yang lama rusak kini kembali memberi harapan baru bagi kehidupan pertanian mereka.
Usman Husin mengatakan, dirinya merasa bahagia bisa bertemu langsung dengan masyarakat di lokasi yang memiliki arti penting bagi para petani.
“Petani meminta reses dilakukan di sini karena mereka ingin menunjukkan rasa syukur. Setelah puluhan tahun rusak, sekarang bendungan ini sudah bisa dimanfaatkan lagi. Air sudah mengalir ke sawah dan petani mulai merasakan manfaatnya,” ujar Usman Husin.
Ia menegaskan bahwa perjuangan terhadap kebutuhan dasar petani, terutama irigasi, harus terus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau air tersedia, petani bisa menanam lebih baik, hasil panen meningkat, dan ekonomi keluarga ikut membaik. Saya ingin apa yang diperjuangkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.
Kini, Bendungan Lekobatu tidak lagi hanya menjadi cerita tentang kerusakan yang berlangsung puluhan tahun.
Di mata para petani Desa Temas, Modosina, dan Lidor, bendungan itu telah berubah menjadi sumber harapan baru, tempat di mana air kembali menghidupkan sawah dan masa depan mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











