ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTT Dorong Perekonomian Lebih Produktif di Tahun 2026

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“NTT harus bergerak dari daerah yang selama ini dikenal sangat konsumtif menuju daerah yang lebih produktif. Kita ingin mengurangi defisit perdagangan, mengembangkan potensi daerah, serta mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru, terutama dari kalangan anak muda dan perempuan, yang tersebar di seluruh NTT,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar pertumbuhan ekonomi NTT ke depan dapat berjalan lebih baik dan inklusif. Ia meminta agar segera dibentuk tim kecil untuk mengonkretkan hasil-hasil pembahasan serta melaksanakan pertemuan rutin guna memantau perkembangan perekonomian daerah.

Selain itu, Gubernur Melki menyoroti pentingnya sinkronisasi data antar instansi. Menurutnya, perbedaan data yang masih terjadi saat ini harus segera dibenahi karena data menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan ekonomi yang tepat dan strategis.

Baca Juga :  Ribuan Ton Garam Nataga Dikirim Ke Pontianak

“Provinsi ini masih sangat konsumtif. Kita dorong secara perlahan namun konsisten agar menjadi lebih produktif. Ini membutuhkan kerja bersama, komitmen, serta sinergitas yang kuat dari semua pihak,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Tim Pembahasan Perekonomian Provinsi NTT, dengan sejumlah poin penting yang disepakati, antara lain:

  1. Mendorong Perangkat Daerah dan instansi vertikal, seperti Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta PT Pelindo untuk secara aktif menyampaikan data yang dibutuhkan sebagai bahan pendukung pengambilan kebijakan strategis perekonomian NTT
  2. Mendorong PT Pelindo Cabang Kupang untuk segera melakukan perbaikan dan perawatan Rubber Tyred Gantry (RTG) di Pelabuhan Peti Kemas Pelindo Kupang karena berdampak langsung pada kelancaran arus barang kebutuhan pokok dan barang penting serta berpengaruh terhadap inflasi.
  3. Pemerintah Provinsi NTT akan mengomunikasikan dengan Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk dapat berperan dalam proses pengadaan RTG baru guna menunjang kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tenau Kupang.
  4. Pemilik barang tidak menaikkan harga barang selama proses perbaikan RTG berlangsung.
  5. Tarif demurrage tidak mengalami kenaikan.
  6. Pengendalian inflasi dilakukan melalui penguatan sinergi antara TPID dan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam mengoptimalkan langkah-langkah strategis.
Baca Juga :  Pembatasan Wisata di Taman Nasional Komodo Berpotensi Melahirkan Bentuk Baru  Ketimpangan

Gubernur Melki Laka Lena dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak sepanjang tahun 2025 dan mengajak semua elemen untuk mengawali tahun 2026 dengan semangat baru demi mendorong pertumbuhan ekonomi NTT yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif.

  • Bagikan