Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut menjadi tonggak awal yang baik dan perlu diikuti dengan langkah konkret. Santos menyarankan agar dibentuk tim bersama antara Pemprov NTT dan komunitas diaspora Batam untuk merumuskan agenda investasi yang terarah sesuai kebutuhan masyarakat NTT.
“Kita berharap ada tindak lanjut nyata dari pertemuan kemarin. Misalnya, pembentukan tim kerja gabungan untuk mengidentifikasi sektor potensial dan memfasilitasi pengusaha diaspora dalam merealisasikan investasinya di NTT,” paparnya.
Menurut Santos, kehadiran Gubernur NTT di Batam merupakan langkah strategis, mengingat Batam saat ini merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan industri dan pariwisata tercepat di Indonesia. Ia pun mendorong Pemprov NTT agar belajar dari sukses pengelolaan investasi oleh Pemko Batam, BP Batam, dan Pemprov Kepri.
“Model kolaborasi yang dilakukan Batam bisa diadopsi untuk diterapkan di NTT. Kami siap mendukung penuh upaya Gubernur dalam menarik investor, khususnya dari kalangan diaspora,” tegasnya.
Santos memastikan bahwa Paguyuban Keluarga NTT di Kota Batam tetap berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat NTT di masa mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











