ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kapolda Reza Arief Pasang Target Besar untuk Polairud NTT: Laut Aman, Wisatawan Selamat, Penyelundupan Dibabat

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
anj
Kapolda NTT minta Polairud Babat Bom Ikan, Narkoba hingga Penyelundupan ( Ist )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  —  Laut Nusa Tenggara Timur bukan sekadar bentangan perairan yang memisahkan pulau-pulau. Di balik luasnya laut NTT tersimpan kehidupan nelayan, potensi pariwisata bahari, hingga jalur strategis yang harus dijaga dari berbagai ancaman kejahatan.

Karena itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., menegaskan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT harus tampil sebagai kekuatan terdepan dalam menjaga keamanan laut, melindungi masyarakat dan wisatawan, sekaligus memberantas berbagai tindak pidana di wilayah perairan.

Penegasan itu disampaikan Kapolda saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Ditpolairud Polda NTT di Bolok, Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2026). Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Dinny Reza Arief Dewanto dan sejumlah pejabat utama Polda NTT.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Bangun Gerai, Wakajati NTT Siapkan “K’Tong Kawal KDMP” Agar Koperasi Desa Tangguh dan Patuh Hukum

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda meninjau langsung berbagai peralatan dan alat material khusus (almatsus) pencarian serta pertolongan atau Search and Rescue (SAR). Ia kemudian berdialog dengan jajaran Ditpolairud untuk melihat secara langsung kondisi organisasi, kesiapan personel, aset hingga berbagai kendala operasional di lapangan.

Reza Arief menegaskan, besarnya aset yang dimiliki Ditpolairud harus berbanding lurus dengan tanggung jawab dan kemampuan personel dalam menjalankan tugas. Sarana yang tersedia tidak boleh hanya menjadi inventaris, tetapi harus benar-benar dimanfaatkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Baca Juga :  10 Hari Diburu Sonar dan Drone Bawah Laut, Korban KM Feronia Masih Nihil, Operasi SAR Resmi Ditutup

“Rekan-rekan harus bangga bertugas di sini sebagai personel Polairud. Banyak yang bisa kita optimalkan dengan sumber daya yang ada,” tegas Kapolda.

Menurutnya, karakter NTT sebagai provinsi kepulauan membuat tugas Polairud memiliki posisi yang sangat strategis. Wilayah pesisir, pulau-pulau terluar dan kawasan perairan yang sulit dijangkau melalui jalur darat membutuhkan kehadiran polisi yang responsif dan mampu bergerak cepat.

Baca Juga :  Polairud Polda NTT Serahkan Perahu Dayung untuk Anak-Anak Elenamon, Wujud Kepedulian terhadap Akses Pendidikan

Perhatian khusus diberikan terhadap kejahatan yang merusak laut, terutama penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan, penyelundupan dan peredaran narkoba melalui jalur laut. Kapolda menegaskan, praktik tersebut tidak boleh dibiarkan karena dampaknya bukan hanya terhadap keamanan, tetapi juga terhadap masa depan masyarakat pesisir dan pariwisata NTT.

  • Bagikan