ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kecelakaan di NTT Melonjak 22 Persen, Kapolda Reza Gerakkan Operasi Patuh Turangga 2026

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
opst
Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto tegaskan Keselamatan Harus Jadi Budaya ( Ist )

KUPANG, FokusNusaTenggara.com – Angka kecelakaan lalu lintas di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melonjak 22 persen menjadi alarm serius bagi keselamatan pengguna jalan. Kondisi ini mendorong Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., mengambil langkah tegas melalui Operasi Patuh Turangga 2026 yang dimulai Senin (26/10/2026).

Operasi tersebut ditandai dengan Upacara Gelar Pasukan yang dipimpin langsung Kapolda NTT di Kupang. Gelar pasukan menjadi penanda kesiapan jajaran kepolisian bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menekan kecelakaan, pelanggaran, sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas di NTT.

Berdasarkan data aplikasi Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Direktorat Lalu Lintas Polda NTT, sepanjang 2025 tercatat 803 kejadian kecelakaan lalu lintas. Jumlah tersebut meningkat 145 kejadian atau sekitar 22 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 658 kecelakaan.

Baca Juga :  Ipda Rudi Soik Belum Menjalani Hukuman Lima Kasus Pelanggaran Etik

Dampak kecelakaan tersebut juga tidak kecil. Pada 2025, sebanyak 148 orang meninggal dunia, 658 orang mengalami luka berat, dan 1.019 orang mengalami luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda NTT.

“Operasi Patuh Turangga 2026 merupakan upaya Polri untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta membangun budaya tertib berlalu lintas,” tegas Kapolda NTT dalam amanatnya.

Operasi Patuh Turangga 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Dalam pelaksanaannya, kepolisian mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta represif yang tetap mengutamakan pendekatan humanis dan edukatif.

Baca Juga :  Pucuk Polda NTT Berganti! Rudi Darmoko Naik Bintang Tiga, Reza Dewanto Ambil Alih Komando

Kapolda menegaskan, persoalan lalu lintas tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kepolisian. Pertumbuhan jumlah kendaraan, perkembangan penduduk, serta perubahan perilaku masyarakat di tengah perkembangan teknologi membuat persoalan lalu lintas semakin kompleks.

Karena itu, operasi ini melibatkan dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Satpol PP, pemerintah daerah, komunitas pengguna jalan, hingga masyarakat luas.

Selain kecelakaan, Polda NTT juga mencatat 14.280 pelanggaran lalu lintas sepanjang 2025. Angka ini sebenarnya turun 1.491 pelanggaran atau sekitar 9 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 15.771 pelanggaran.

Baca Juga :  Kasus Hilangnya 10 Pucuk Senjata di Polda NTT, Satu Oknum Polisi Ditangkap

Namun, penurunan pelanggaran tersebut belum cukup. Bagi Kapolda NTT, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari banyak atau sedikitnya pelanggaran yang ditindak, tetapi terutama dari kemampuan menekan kecelakaan dan korban di jalan raya.

“Setiap kecelakaan lalu lintas bukan hanya menyangkut angka statistik, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa manusia dan masa depan keluarga yang ditinggalkan,” kata Kapolda.

Dalam Operasi Patuh Turangga 2026, sedikitnya terdapat 11 sasaran pelanggaran yang menjadi perhatian petugas. Di antaranya penggunaan telepon genggam saat berkendara, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM, serta berboncengan melebihi ketentuan.

  • Bagikan