ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Brutal ! Kadis Perindag Manggarai Barat Sebut Wartawan ‘Anjing’ dan Ancam Injak

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

LABUAN BAJO, fokusnusatenggara.com —  Sebuah insiden kontroversial terjadi di Manggarai Barat, NTT, pada Jumat (21/02/2025) dimana Kepala Dinas Perindag Manggarai Barat, Gabriel Bagung melakukan intimidasi terhadap jurnalis dari media Kompas86.com.

Dalam kejadian tersebut, Kadis Perindag Manggarai Barat diduga menyebut wartawan anjing dan bahkan mengancam untuk menginjak wartawan tersebut. Tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pejabat tersebut tentu saja sangat tidak etis dan mengancam hak kebebasan pers.

Dedimus Panggur, seorang wartawan yang bekerja di media Online Kompas86.com mengalami intimidasi yang keras dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga :  Kapolda NTT Pimpin Sertijab Wakapolda, Brigjen Baskoro Resmi Gantikan Brigjen Awi Setiyono

Dedimus Panggur atau akrab disapa Deni, tak terima dengan sikap intimidatif yang dilakukan oleh Kadis Perindag Manggarai Barat tersebut, bahkan sampai mengancam untuk diinjak seperti dilansir batastimor.com.

Menurut Deni, intimidasi yang dilakukan oleh Kadis Perindag Manggarai Barat sangat tidak etis dan tidak bisa diterima. Sebagai seorang wartawan yang bertugas untuk memberikan informasi kepada masyarakat, Deni merasa bahwa tindakan intimidasi tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis.

Baca Juga :  Ditreskrimum Polda NTT Berhasil Ungkap Sindikat Pengedar Uang Palsu di Kupang

Deni menyatakan bahwa dirinya siap melaporkan Kadis Perindag Manggarai Barat ke Polres Manggarai Barat atas tindakan intimidasi yang dilakukan. Menurut Deni, sebagai seorang wartawan, ia memiliki hak untuk melaksanakan tugasnya tanpa adanya tekanan atau intimidasi dari pihak manapun.

Deni juga menegaskan bahwa sebagai seorang wartawan, ia akan terus menjaga independensi dan integritas dalam melaksanakan tugasnya. Dedimus tidak akan gentar menghadapi tekanan atau intimidasi dari siapapun, termasuk dari pejabat publik seperti Kadis Perindag Mabar.

  • Bagikan