ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Kupang Perkuat Program Kota Kupang Bebas Hoaks

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com —  Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Duta Anti Hoaks Tahun 2025 bagi perwakilan 51 kelurahan se-Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat (5/12/2025).

Dalam sambutannya, Jeffry Pelt menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam memerangi penyebaran hoaks di lingkungan masing-masing.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih karena Bapak-Ibu telah bersedia hadir dan mengikuti pelatihan ini serta siap menjadi duta anti hoaks, dimulai dari keluarga masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :   Kirab Pemuda Nasioal Kunjungi Situs Sejarah Di Kupang

Jeffry menegaskan bahwa kehidupan masyarakat saat ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital. Bahkan, anak-anak pun kini sudah akrab dengan penggunaan telepon genggam.

“Teknologi sangat membantu kehidupan kita. Namun, jika disalahgunakan, justru bisa merusak banyak hal,” katanya.

Ia menyoroti fenomena penyebaran informasi palsu yang jauh lebih cepat dibandingkan informasi yang benar. Menurutnya, berita baik cenderung cepat dilupakan, sementara hoaks justru bertahan lama dan terus berulang.

Baca Juga :  Nuzulul Qur'an Korem 161/Wira Sakti

“Berita baik biasanya cepat hilang, tetapi hoaks bisa hidup lama di tengah masyarakat. Bahkan ada hoaks dari tahun 2019 yang sampai sekarang masih kita dengar,” jelasnya.

Jeffry juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Ia mencontohkan kebiasaan sebagian orang yang langsung memotret kejadian di jalan dan membagikannya ke media sosial tanpa mengetahui kebenarannya.

Baca Juga :  PT Aulia Multi Sarana Pastikan Pembangunan Gedung ATK Selesai Tepat Waktu

“Pertanyaannya, apa yang kita dapat? Kadang justru menambah masalah. Karena itu kita harus hati-hati sebelum menekan tombol ‘bagikan’,” tegasnya.

Ia berharap, melalui pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, para peserta memiliki kemampuan untuk memfilter informasi sebelum disebarkan.

“Gunakan jari Anda untuk melakukan hal yang baik. Kita tidak harus melakukan hal besar untuk bermanfaat bagi orang lain. Tindakan kecil seperti memfilter informasi saja sudah sangat berarti,” tambahnya.

  • Bagikan