“Kami memastikan mereka tidak hanya bisa membuat, tetapi juga memahami nilai jual dan potensi bisnis dari paving blok FABA ini,” jelas Ferdi.
Antusiasme datang dari peserta, salah satunya Mustaqim. Ia menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Dari pelatihan ini, kami jadi tahu bahwa limbah PLTU bisa dimanfaatkan menjadi bahan bangunan seperti paving blok. Ini bisa jadi peluang besar bagi kami untuk memulai usaha kecil di desa, sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya penuh semangat.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menutup dengan menegaskan komitmen PLN.
“Pelatihan ini adalah bentuk nyata upaya PLN dalam mewujudkan energi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan FABA menjadi paving blok adalah contoh inovasi yang memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial secara bersamaan,” tegas Eko, dengan harapan program serupa terus tumbuh di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT).”
Dengan adanya pelatihan ini, PLN berharap akan terbentuk kelompok pemuda binaan yang mandiri, mampu mengembangkan unit usaha berbasis FABA, dan menjadi motor penggerak pembangunan desa yang berkelanjutan di Flores
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











