ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Kisah Seorang Muslim yang Setia Menjadi Pelayan di Gereja Selama 30 Tahun

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

JAKARTA, fokusnusatenggara.com  Di balik lancarnya setiap ibadah di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Kharisma, Jakarta Selatan, terdapat sosok  Subardi, seorang koster yang telah mendedikasikan lebih dari 30 tahun hidupnya untuk melayani jemaat gereja.

Uniknya, Subardi adalah seorang Muslim yang menjalankan tugas dengan penuh komitmen tanpa melupakan kewajiban agamanya.

Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, Subardi—yang akrab disapa Bardi—bersiap berangkat ke gereja untuk memastikan segala kebutuhan ibadah tersedia.

Baca Juga :  Top 5 plant based foods that improve your digestion

Mulai dari menyiapkan stola yang warnanya berbeda sesuai jadwal, menyediakan sloki dan anggur untuk perjamuan kudus, hingga memastikan kebersihan gereja, semua ia lakukan dengan sepenuh hati.

“Saya sudah hafal berapa banyak sloki dan anggur yang dibutuhkan untuk ibadah perjamuan. Semua harus siap sebelum jemaat datang,” ujar Bardi saat diwawancarai oleh media pada pertengahan Desember 2024 seperti dilansir kabarntt.com.

Baca Juga :  Facebook Bayar Warga Indonesia $247 USD/hari untuk Bekerja dari Rumah

Perjalanan Menjadi Koster

Bardi pertama kali ditawari menjadi koster setelah sebelumnya bekerja sebagai tukang bangunan yang turut membantu pembangunan gedung serba guna GPIB Kharisma. Namun, ia sempat ragu karena perbedaan keyakinan.

“Saya bilang ke pengurus gereja waktu itu, saya Muslim, jadi harus tanya keluarga dulu. Setelah tiga hari, keluarga saya setuju, dengan syarat saya tetap menjalankan ibadah sebagai Muslim,” kenangnya.

  • Bagikan