JAKARTA, fokusnusatenggara.com — Di balik lancarnya setiap ibadah di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Kharisma, Jakarta Selatan, terdapat sosok Subardi, seorang koster yang telah mendedikasikan lebih dari 30 tahun hidupnya untuk melayani jemaat gereja.
Uniknya, Subardi adalah seorang Muslim yang menjalankan tugas dengan penuh komitmen tanpa melupakan kewajiban agamanya.
Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, Subardi—yang akrab disapa Bardi—bersiap berangkat ke gereja untuk memastikan segala kebutuhan ibadah tersedia.
Mulai dari menyiapkan stola yang warnanya berbeda sesuai jadwal, menyediakan sloki dan anggur untuk perjamuan kudus, hingga memastikan kebersihan gereja, semua ia lakukan dengan sepenuh hati.
“Saya sudah hafal berapa banyak sloki dan anggur yang dibutuhkan untuk ibadah perjamuan. Semua harus siap sebelum jemaat datang,” ujar Bardi saat diwawancarai oleh media pada pertengahan Desember 2024 seperti dilansir kabarntt.com.
Perjalanan Menjadi Koster
Bardi pertama kali ditawari menjadi koster setelah sebelumnya bekerja sebagai tukang bangunan yang turut membantu pembangunan gedung serba guna GPIB Kharisma. Namun, ia sempat ragu karena perbedaan keyakinan.
“Saya bilang ke pengurus gereja waktu itu, saya Muslim, jadi harus tanya keluarga dulu. Setelah tiga hari, keluarga saya setuju, dengan syarat saya tetap menjalankan ibadah sebagai Muslim,” kenangnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











