“Hari ini saya datang membawa sedikit bantuan. Kami mohon maaf jika belum bisa memberikan secara maksimal. Tapi kami berharap bantuan ini dapat berkenan dan mendukung pelayanan di gereja ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menempatkan pemerintah sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar penguasa.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah, Pdt. Nicodemus O.R. Lepat, menyampaikan sukacita atas kehadiran Wali Kota Kupang dalam ibadah Minggu Sengsara terakhir. Menurutnya, kehadiran ini bukan hanya membawa kabar sukacita, tetapi juga menjadi simbol bahwa Wali Kota merupakan bagian dari jemaat.
“Beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi bagian dari keluarga besar Jemaat Bet’el Oesapa Tengah,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam rangkaian perayaan HUT ke-200 gereja, telah digelar lomba vokal grup tingkat klasis se-Kota Kupang dan Kota Kupang Timur, memperebutkan piala dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang. Meski menjadi tuan rumah, GMIT Bet’el Oesapa Tengah berhasil meraih juara kelima.
“Kami akan menyerahkan piala tersebut ke gereja hari ini, disaksikan langsung oleh Bapak Wali Kota,” tambahnya.
Usai kebaktian, Wali Kota Kupang menerima pengalungan kain tenun khas NTT dan cinderamata dari Ketua Majelis Jemaat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah bersama jemaat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











