ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kajati NTT: Pendidikan Jadi Benteng Utama dalam Pencegahan Korupsi

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com — Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Zet Tadung Allo, menegaskan bahwa pendidikan merupakan benteng utama dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di kalangan generasi muda. Hal ini ia sampaikan dalam acara Dialog Kupang Pagi yang bertema Pencegahan Korupsi bagi Generasi Muda NTT Melalui Dunia Pendidikan, disiarkan langsung oleh Pro 1 RRI Kupang pada Rabu (12/3/25).

Baca Juga :  Sentuhan Kasih Zet Tadung Allo dan Nyona Femi Untuk Tiara Fanggidae di Kesetnana Soe, TTS

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, serta Kepala SMKN 4 Kota Kupang, Semi Ndolu.

Korupsi Masih Masif, Pengawasan Diperketat

Dalam diskusi, Kajati NTT mengungkapkan bahwa praktik korupsi masih terjadi secara masif, termasuk di NTT. Sepanjang tahun 2024, Kejati NTT bersama Kejari se-NTT telah melakukan 71 penyidikan kasus korupsi. Sementara itu, hingga Maret 2025, terdapat lima kasus dalam tahap penyidikan dan tujuh kasus dalam tahap penyelidikan.

Baca Juga :  Kajati NTT Ajak Guru dan Siswa Komitmen Terapkan Integritas, Saat Jadi Irup di SMAN 2 Kupang

“Kami memilih kasus-kasus yang memiliki dampak besar bagi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ujar Zet Tadung Allo. Ia menambahkan bahwa salah satu penyebab utama korupsi adalah adanya kesempatan, niat, serta lemahnya integritas individu.

Membangun Generasi Berprestasi dan Berintegritas

Sebagai langkah preventif, Kejati NTT telah meluncurkan program Generasi Berprestasi dan Berintegritas bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota. Program ini mencakup kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS), di mana jaksa hadir di sekolah-sekolah setiap Senin sebagai pembina upacara untuk memberikan edukasi antikorupsi.

  • Bagikan