ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menpora dan Gubernur NTT Launching Tour de EnTeTe 2025

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Gubernur Melki memastikan bahwa Tour de EnTeTe akan membawa dampak positif bagi masyarakat NTT. Tiga pulau utama di NTT yakni Timor, Sumba, dan Flores memiliki berbagai landscap yang unik. Perjalanan panjang ini akan mendorong pergerakan ekonomi lokal dan menciptakan efek domino bagi pertumbuhan pariwisata yang lebih merata dan inklusif.

Berikut ini kota-kota yang akan dilalui dalam sepuluh etape Tour de EnTeTe 2025 Kota Kupang – Kefamenanu, Kefamenanu – Atambua (via Wini dan Motaain), Atambua – SoE, Tanarara – Waingapu (Loop), Waingapu – Waibakul – Waikabubak – Tambolaka, Larantuka (Tanjung Bunga) – Maumere, Maumere – Ende,  Ende – Bajawa, Bajawa – Ruteng, dan Ruteng – Labuan Bajo.

Setiap hari, pembalap akan berkompetisi dalam lima kategori, yakni Stage Winner (pemenang hari itu), Sprint Point (lomba sprin atau kecepatan), Kom Point (lomba tanjakan), Indonesia Rider, dan ASEAN Rider.

Baca Juga :  Terkait Kepala BKD Yos Rasi Diamankan di Mobil PM, Gubernur Melki Sebut Timses Sudah bubar

Juara umum akan diumumkan di etape terakhir di Labuan Bajo.

Tour de EnTeTe dinilai akan menjadi event sport tourism yang sangat unik dan menjadi daya tarik tidak saja untuk NTT, tetapi juga untuk Indonesia pada umumnya.

Beberapa keunikan event ini antara lain Tour de EnTeTe merupakan balap sepeda profesional dengan durasi terpanjang di Indonesia berlangsung selama 10 hari.

Event ini satu-satunya yang melintasi tiga pulau besar sekaligus yakni Pulau Timor, Sumba, dan Flores dan menampilkan kekayaan budaya, tenun, rumah adat, serta pemandangan indah Flobamora.

Baca Juga :  Gubernur NTT Kunker Ke Kabupaten Kupang, Tinjau Bendungan Raknamo dan Puskesmas Oesao

Selain itu, rute balapan juga menyusuri dua Pos Lintas Batas Negara, yaitu Wini (TTU) dan Motaain (Belu), yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Selain sebagai ajang olahraga dan promosi pariwisata, Tour de EnTeTe menjadi momentum penting untuk mendorong perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur jalan dan jembatan di NTT.

Jannes Eudes Wawa, Direktur Jelajah Sport sekaligus Direktur Event Tour de EnTeTe menyatakan komitmennya menyukseskan event ini.

“Kami sangat menghargai dukungan dan sambutan positif dari Gubernur NTT, Bapak Melki Laka Lena terhadap inisiatif kami untuk menghadirkan Tour de EnTeTe. Bagi kami di jelajah sport, event ini bukan hanya ajang balap sepeda, tapi sebuah komitmen untuk mengangkat potensi wisata dan ekonomi daerah melalui pendekatan sport tourism. Dengan pengalaman kami dalam menyelenggarakan event serupa, kami berkomitmen penuh untuk menjadikan Tour de EnTeTe sebagai event internasional yang profesional, aman, dan berdampak nyata bagi masyarakat NTT,” ujarnya.

Baca Juga :  Polwan Satbrimobda NTT Raih Medali Emas di Kejurnas Tinju 2025 di Sulawesi Tengah

Sementara itu, Kepala Pelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia, Dadang Haries Poernomo yang juga menjadi Race Director Tour de EnTeTe menilai, bahwa event ini merupakan batu loncatan penting bagi dunia olahraga Indonesia.

“Ini bukan hanya peluang untuk NTT, tapi juga untuk Indonesia agar lebih dikenal dalam peta balap sepeda internasional. Jika konsisten diselenggarakan setiap tahun, bukan tidak mungkin Tour de EnTeTe bisa setara dengan Tour de France atau Giro Italia yang merupakan event balap sepeda kelas wahid,”sebutnya.

  • Bagikan