ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Melki Laka Lena Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi NTT di Ende

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Sehingga Ia menjelaskan, melalui Asta Cita, kita semua dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan : dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital.

“Pertama, dalam dunia pendidikan, kita perlu menanamkan Pancasila sejak dini, bukan sekadar dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian. Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral,”

“Kedua, di lingkungan pemerintahan dan birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan,”

“Ketiga, dalam bidang ekonomi, kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam sila kelima, harus menjadi orientasi utama. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa,”

Baca Juga :  BI Sempurnakan Sistem Kliring Nasional Per 1 September

“dan Keempat, dalam ruang digital, kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi dan saling menghargai tetap harus ditegakkan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” jelas Gubernur Melki Laka Lena.

Dijelaskan Gubernur Melki, BPIP sebagai lembaga yang bertugas membina dan memperkuat ideologi Pancasila terus berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis : dari pembinaan ideologi di lingkungan pendidikan, pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, hingga kolaborasi lintas sektor untuk mengarusutamakan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat. Semua ini bertujuan agar Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi dihidupi dan dijalankan dalam tindakan nyata.

“Namun, tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri. Kita semua, seluruh elemen bangsa dari pusat hingga daerah, dari pejabat hingga masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda, memiliki peran untuk menjadi pelaku utama pembumian Pancasila,” katanya.

Baca Juga :  Luar Biasa ! Penari SMPN 1 Miomaffo Timur, TTU, Wakili Indonesia di Ajang Budaya Jepang

“Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila,” tambah Melki.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” tambahnya.

Menutup amanatnya, Gubernur NTT menekankan agar Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita bersama.

“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan. Oleh karenanya, marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara.” Ucap Gubernur Melki Laka Lena mengakhiri Pidato Kepala BPIP RI, pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025.

Baca Juga :  Simpatisan Jeriko Kembali Demo Tolak Putusan DPP Partai Demokrat

“Di Bumi Ende ini, Dirgahayu Pancasila !!!. Jayalah Indonesiaku !!!.” Pungkas Gubernur Melki Laka Lena.

Usai pelaksanaan upacara, Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, para Senator asal NTT, unsur Forkopimda serta para Bupati / Wakil Bupati se-NTT  menyempatkan diri untuk mengikuti acara pentataan Bendera Merah Putih, Patung Garuda “Bhinneka Tunggal Ika” serta Lambang Daerah Kabupaten Ende di bawah Pohon Sukun di kompleks Lapangan Pancasila tempat dimana Bung Karno merenungkan dan merumuskan dasar-dasar negara Indonesia yang dikemudian hari dikenal dengan nama Pancasila selama masa pembuangannya di Ende tanggal 14 Januari 1934 sampai dengan 18 Oktober 1938.

Setelah itu, Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT bersama rombongan lainnya menuju ke tengah lapangan Pancasila untuk menari Gawi bersama para peserta upacara dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban.

 

  • Bagikan