ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Misa Syukur 59 Tahun Keuskupan Agung Kupang, Wali Kota Tegaskan Sinergi Gereja dan Pemerintah

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Misa Syukur 59 Tahun Keuskupan Agung Kupang, Wali Kota Tegaskan Sinergi Gereja dan Pemerintah ( Istimewa)

Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti keteladanan para pemimpin Gereja yang menjadi inspirasi bagi jajaran Pemerintah Kota Kupang, khususnya dalam membangun kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan. “Kami belajar banyak dari para uskup dan para imam. Kepemimpinan sejati adalah melayani, bukan dilayani. Nilai ini kami pegang dalam menjalankan pemerintahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok kecil dan rentan. “Kami di pemerintah membawa semangat yang sama, bahwa pemerintah hadir untuk melayani masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan penghormatan kepada almarhum Mgr. Petrus Turang sebagai gembala yang telah meninggalkan warisan iman dan keteladanan yang terus hidup di tengah umat. “Seorang gembala sejati tidak hanya hadir dalam masanya, tetapi tetap hidup dalam hati umat melalui nilai-nilai yang ditanamkan,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Terima Bantuan CSR Kontainer Sampah dari Perbanas untuk Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah

Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menegaskan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi, termasuk dengan pemerintah, dalam menghadirkan Gereja yang relevan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang terus bersinergi dengan Gereja dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. “Kita bersyukur atas kebersamaan ini. Gereja tidak berjalan sendiri, tetapi bersama semua pihak, termasuk pemerintah, untuk menghadirkan kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  5 Pelacur Paling Terkenal Sejagat

Ia juga mengingatkan bahwa Gereja memiliki panggilan untuk terlibat aktif dalam kehidupan nyata umat, menjawab berbagai tantangan sosial, serta membangun solidaritas dan kepedulian. “Gereja dipanggil untuk mendengarkan, melayani, dan hadir dalam kehidupan masyarakat. Kita harus terus membangun harmoni, toleransi, dan solidaritas melalui karya nyata,” tegasnya.

Momentum menuju 60 tahun Keuskupan Agung Kupang, lanjutnya, menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen iman sekaligus memperkuat persaudaraan lintas elemen

Baca Juga :  Polda NTT Kerahkan 3.227 Personil Gabungan Untuk Amankan SEMANA SANTA 2026
  • Bagikan