ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Terima Bantuan CSR Kontainer Sampah dari Perbanas untuk Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com — Pemerintah Kota Kupang kembali menerima dukungan nyata dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu. Kali ini, bantuan datang dari Komite Masyarakat Perbankan Peduli (KMPP) Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) dalam bentuk 50 unit kontainer sampah yang diserahkan langsung dalam acara bertempat di Ruang Rapat Utama Garuda Lantai 2, Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (2/7).

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., hadir langsung dalam acara tersebut. Turut mendampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Sampah Pemerintah Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.M., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Matheos A. H. T. Maahury, S.E., Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Kupang, Johanes D. B. B. K. Assan, S.Kom., serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Daud Noftianus Nafi, S.STP., M.M.

Sementara dari Perbanas, hadir Direktur Bank BCA Cabang Kupang, Vera Eve Lim dan Tribuana Tunggadewi selaku perwakilan KMPP Perbanas, bersama Direktur Eksekutif Perbanas, Eka Sri Dana Afriza, Ketua Perbanas NTT Leonardo Guntur Hamonangan S., Sekretaris Perbanas NTT Ady Seputro, serta anggota Perbanas NTT dan perwakilan Sekretariat Perbanas Pusat.

Baca Juga :  176 Keluarga di Kupang Terima Bantuan Beras

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa harunya kepada Perbanas atas dukungannya terhadap upaya Pemkot membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari tingkat RT hingga kecamatan. Ia menekankan bahwa masalah sampah adalah persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara konvensional.

“Kota Kupang selama ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang utuh. Kita hanya memindahkan sampah dari titik A ke titik B. Karena itu, kami membentuk Satgas Persampahan dan menyusun roadmap yang jelas, dimulai dari rumah tangga, ke kontainer RT, ke kelurahan, diproses di kecamatan, dan hanya residunya yang dibawa ke TPA Alak,” jelasnya.

Baca Juga :  Facebook stock hits another all-time high

Wali Kota menyebut bahwa target pengadaan 1.300 kontainer sampah RT merupakan bagian dari sistem baru yang tengah dibangun Pemkot Kupang. Dengan harga satuan sekitar Rp4 juta, maka dibutuhkan lebih dari Rp5 miliar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Banyak yang semula pesimis ketika kami sampaikan kebutuhan ini. Tapi lewat efisiensi besar-besaran, termasuk tidak membeli mobil dinas baru, kami bisa menganggarkan untuk 800 unit. Tambah 300 unit bantuan dari berbagai pihak, sekarang sudah 1.100 unit. Ternyata bisa,” ujarnya.

Baca Juga :  Mantan Milisi Serahkan 59 Butir Peluru Ke Kodim 1618/TTU

Lebih jauh, Wali Kota juga menegaskan bahwa gerakan pengelolaan sampah ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga gerakan moral bersama.

“Kota Kupang ini bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi pinjaman dari anak cucu kita. Kalau pinjaman, kita harus jaga baik-baik. Suatu saat mereka akan datang dan bertanya: mana kota yang kami titipkan? Maka kita harus jawab: ini kotamu, bersih, nyaman, dan aman,” pungkasnya.

  • Bagikan