“Sejumlah pihak sudah kita panggil untuk klarifikasi, setelah mencocokkan kondisi di lapangan dengan dokumen kontrak yang ada,” jelas Yupiter.
Pihak yang telah dimintai keterangan antara lain dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam proyek tersebut.
Dokumen kontrak dan berkas teknis kini tengah dipelajari lebih dalam oleh penyidik.
Ditemukan Banyak Kejanggalan di Lapangan
Yupiter menambahkan bahwa dari hasil kunjungan lapangan, terdapat banyak kejanggalan terkait kualitas pekerjaan jalan. Namun, kewenangan penanganan hanya terbatas pada satu segmen yang berada dalam wilayah Kabupaten Kupang.
“Di Oepoli ada dua segmen jalan negara yang dikerjakan BPJN NTT. Tetapi karena batas wilayah Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTU, kami hanya menangani satu segmen saja,” jelasnya.
Proyek Strategis di Wilayah Perbatasan
Proyek jalan negara Noelelo–Oepoli merupakan bagian dari Jalan Sabuk Merah Sektor Barat dengan ruas Napan–Oepoli yang melintasi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Kupang. Pekerjaan dilakukan oleh PT Naviri Konstruksi dan PT Alam Indah pada 2019 dan 2021, dengan nilai kontrak total lebih dari Rp109 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











