Setelah itu kata Sambom, pada 21 Desember 2024 pihak aparat mengangkat jazad Mayor Marthen dari rawa dan dibawa ke Rumah Sakit di kota Bintuni.
“ Militer Indonesia lalu mengangkat jazadnya yang sudah dalam keadaan hancur lalu dibawa rumah sakit ke Kota Bintuni, untuk divisum. Setelah divisum lalu diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan dengan pengawalan ketat oleh aparat keamanan Indonesia,” kata Sebby Sambom.
Selain itu Sebby Sambom juga setelah pemakaman Mayor Marthen aparat militer Indonesia melakukan penyisiran melalui udara menggunakan helikopter yang mana telah menjatuhkan 2 bom (belum diketahui 2 jenis bom) ke daerah markas Batalion Moskona yang mengakibatkan warga sipil setempat melarikan diri ke hutan.
“ Hingga hari ini Senin 23 Desember sore, aparat militer Indonesia terus memperluas penyisiran di wilayah Distrik Moskona, Kabupaten Bintuni yang mengakibatkan banyak warga sipil melarikan diri ke hutan. Katanya untuk mencari Kasat Serse Teluk Bintuni Iptu Tomi Samuel Marbun ,”jelas Sebby Sambom
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











