“ Setelah itu Oktovianus La’a ikut bangun dan pukul saya dibagian kepala. Merasa diperlakukandemikian saya langsungmelaporkan kasus ini ke Polda NTT ,” tambah Roni
Di Polda lanjut Roni, dirinya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakaukan visum. “ Jadi selaian memberikan keterangan kepadapenyidik, saya juga telah divisum. Pihak keluarga saya juga tidak terima. Saya akan proses ini sampai tuntas secara hukum,” tegas Roni
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan terhadap laporan tersebut.
“Kami sedang cek laporannya, mohon waktu,” ujar Kombes Henry.
Sementara itu, salah satu terlapor, Tome Da Costa dari Partai Gerindra, membantah telah melakukan pemukulan. Ia menyebut kejadian tersebut hanyalah dinamika dalam forum DPRD dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Di DPRD itu biasa ada dinamika. Saya tidak pukul, hanya ada selisih sedikit. Kemarin kami sudah damai di DPRD. Saya tidak tahu kelanjutannya seperti apa,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, Oktovianus La’a dari Partai Golkar belum berhasil dikonfirmasi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











