Dilaporkan Langsung Suami ke POMAD di Jayapura
PAPUA, fokusnusatenggara.com — Publik tanah air dihebohkan dengan kabar dari tanah Timur Indonesia yakni di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Seorang ibu rumah tangga berstatus Ibu Persit (Istri Prajurit) menjadi pusaran skandal memalukan yang diduga menyeret 13 prajurit TNI AD aktif.
Skandal ini menyeret anggota Persit, Fadila Sasbila Nurahmidin yang sementara berhadapan dengan aparat penegak hukum militer. Perempuan berusia 26 tahun, kelahiran Jayapura, 17 September 1999 ini menjadi tokoh sentral skandal memalukan di tubuh TNI AD.
Dari jumlah 13 oknum prajurit TNI yang diduga terlibat dalam kasus ini 12 diantaranya masih bujang hanya satu yang sudah berkeluarga.
Kasus ini awalnya dilaporkan langsung suaminya Sertu Agustian yang bertugas di Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili.
Dalam kesehariannya, Fadila beraktivitas sebagai ibu rumah tangga yang menetap di rumah dinas (Asmil) Yonif 756/WMS, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Sesuai hasil pemeriksaan sementara, skandal ini dilakukan di Rumah Dinas yang ditempatinya. Tak hanya di rumah dinas, lokasi-lokasi pertemuan lainnya disebutkan dalam berkas pemeriksaan, mulai kos-kosan di Jalan Bhayangkara hingga hotel di wilayah Wamena.
Chat Medsos Berujung Ranjang
Kasus ini tidak akan pernah terbongkar jika Sertu Agustian, suami Fadila, tidak mengambil langkah ekstrem. Merasa ada yang tidak beres dengan rumah tangganya, ia pun melakukan langkah investigasi pribadi.
Hasilnya, ia menemukan bukti-bukti komunikasi yang mencurigakan antara istrinya dengan sejumlah pria.
Pada 17 Februari 2026, dengan membawa surat pengaduan resmi bermeterai, Sertu Agustian melaporkan istrinya beserta 13 nama oknum prajurit ke markas Yonif 756/WMS, Wamena.
Laporan ini mendapat respons cepat dari komando atas. Pomdam XVII/ Cenderawasih langsung bergerak dengan melakukan pemeriksaan intensif.
Fakta Mencengangkan di Balik Pemeriksaan
Proses klarifikasi perdana terhadap Fadila telah dilaksanakan pada 17 Februari 2026. Namun, proses pemeriksaan berlangsung alot.
Selain karena tekanan psikologis, Fadila diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes yang mengharuskan tim penyidik bekerja secara bertahap.
Pemeriksaan terpaksa dihentikan sementara pada pukul 23.00 WIT dan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya.
Di sisi lain, dari 13 prajurit yang disebut, sebanyak 9 orang telah diperiksa intensif. Hasilnya sungguh di luar dugaan.
Sebagian besar dari mereka mengakui telah melakukan hubungan terlarang dengan Fadila.
Mayoritas prajurit yang diperiksa terkait kasus ini menyebut inisiatif awal hingga ajakan bertemu datang dari Fadila.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











