ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Eksportir Telur Ayam ke Timor Leste Mengeluh! Diperas Oknum Petugas Dinas Peternakan

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Mereka harus menyiapkan uang dan telur beberapa ikat jika sampai di PLBN. Belum lagi jika eksportir barang lain diperlakukan sama. Untuk itu Sekda Belu dan kepala balai karantina mengatakan segera berkoordinasi dengan petugas untuk cek dan menghentikan pungutan liar tersebut. Saya juga minta jika ada pembayaran retribusi berdasarkan peraturan daerah agar disetor melalui bank dan tidak dilakukan dengan menitip ke petugas sebab hal itu berpotensi tidak masuk ke kas daerah.” kata dia.

Baca Juga :  Untuk Tanggulangi Pasien Gawat Darurat Pemkot Kupang Sediakan Rp3 Miliar

Ia juga meminta agar tidak ada lagi pungutan liar yang membebani para eksportir dan merugikan dunia usaha. “Jika ada pembayaran retribusi, harus ada kwitansi dan dilakukan melalui bank. Tidak boleh ada lagi pungutan liar yang merugikan para eksportir,” bebernya.

Ia juga meminta agar para petugas di PLBN Motaain untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan tidak mempersulit para eksportir dengan harapan mendapatkan uang pelicin atau barang lain.

Baca Juga :  Kajati NTT Lantik Wakajati, Kajari Ende, Kajari Rote Ndao, Kajari Ngada, dan Kajari Flores Timur

Pelayanan publik harus transparan, mudah, murah, dan cepat. Tidak ada lagi era pungutan liar. Karena itu kepada para eksportir agar diperlakukan sebaik mungkin sebab mereka menghidupkan banyak orang dari aktivitas mereka dan membayar pajak serta retribusi kepada negara. Hentikan segala cara untuk mempersulit para eksportir dengan harapan diberikan uang pelicin atau barang lain agar urusan layanan menjadi lebih mudah dan lancar.” tegasnya lagi.

Baca Juga :  11 Orang Anggota Tamtama Polda NTT Lulus Ikut Pendidikan Sekolah Bintara Polri

“Itu sudah tidak zamannya lagi. Saat ini semua serba transparan, mudah, murah dan cepat. Saya tidak segan-segan untuk melaporkan mereka ke atasan jika perilaku seperti itu terus terjadi di tingkat pelaksana layanan.” pungkas Darius.

 

  • Bagikan