Dalam proses seleksi tahun ini, KOREM 161/Wirasakti mencatat partisipasi yang tinggi:
Seleksi Tamtama: Dari 6.055 peserta, sebanyak 3.580 orang dinyatakan lolos.
Seleksi Bintara (Secaba): Dari 1.233 peserta, 273 orang berhasil lolos.
Angka ini menunjukkan ketatnya proses seleksi dan tingginya minat generasi muda NTT untuk mengabdi sebagai prajurit TNI.
Kepada awak media Brigjen Joao turut memutar sejumlah video sebagai bukti dokumentasi proses seleksi, termasuk video peserta yang dinyatakan tidak lulus karena belum memenuhi persyaratan.
“Semua peserta punya peluang yang sama, tapi yang lulus adalah mereka yang benar-benar siap secara fisik, mental, dan disiplin,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak Korem juga terbuka menerima aduan atau laporan masyarakat bila ditemukan indikasi pelanggaran selama proses rekrutmen.
“Yang kami cari adalah ksatria sejati. Yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga berintegritas. Ini bukan tentang kuota, tapi tentang kualitas,” tegas Brigjen Joao menutup keterangannya.
Dengan penegasan ini, Korem 161/Wirasakti ingin menumbuhkan kepercayaan publik bahwa institusi TNI AD tetap menjaga prinsip keadilan dan integritas dalam mencetak generasi prajurit masa depan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











