“Kami menargetkan pengembangan lahan pertanian jagung hingga mencapai 10.000 hektar di seluruh wilayah NTT. Dengan target produktivitas sekitar 5 ton per hektar, kami berharap Nusa Tenggara Timur dapat menjadi salah satu daerah penopang swasembada pangan nasional,” ujar Kapolda.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan teknis dalam keberhasilan program tersebut, khususnya terkait penggunaan benih unggul yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim di wilayah NTT.
Menurutnya, Polda NTT telah mengajukan permohonan dukungan pengadaan benih berkualitas kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta dinas pertanian terkait agar bibit yang ditanam memiliki ketahanan optimal terhadap dinamika cuaca lokal.
Kapolda berharap melalui perluasan area tanam dan peningkatan produktivitas hasil panen, Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat berkembang menjadi daerah yang mandiri dalam sektor pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Program ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup petani, menekan inflasi pangan di daerah, serta memastikan ketersediaan komoditas jagung bagi masyarakat di NTT,” tambahnya.
Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan program ini hingga masa panen, sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Bumi Flobamora
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











