ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Garam NTT Meledak 30 Persen, Produksi Tembus 20.542 Ton dan Bidik Pasar Nasional

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Ani
Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Stefania Tunga Boro, NTT Punya Peluang Besar Jadi Pemasok Utama ( Ist )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  —  Produksi garam rakyat di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2025, produksi garam rakyat di provinsi kepulauan itu mencapai 20.542,20 ton atau melonjak 30,07 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang tercatat 15.793,63 ton.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa NTT memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai salah satu daerah pemasok garam bagi kebutuhan nasional.

Dengan kondisi iklim panas yang berlangsung relatif panjang, NTT dinilai memiliki keunggulan alamiah untuk mengembangkan tambak garam secara lebih luas dan produktif.

Baca Juga :  Dirut PDAM Siap Menjabarkan Visi Misi Bupati dan Wabup Kupang, Optimalkan Pelayanann Air Bersih Untuk Masyarakat

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Stefania Tunga Boro, mengatakan potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pengembangan kawasan produksi serta penerapan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas tambak.

Menurut Stefania, pemerintah bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong penerapan teknologi pemodelan tambak garam dengan target produktivitas yang dapat mencapai 200 ton per hektare.

Baca Juga :  Taspen Dukung Ekonomi Rakyat: Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Kupang Hadiri Kunjungan Komisaris di Taman Nostalgia

“Potensi NTT tidak hanya berasal dari garam rakyat. Produksi garam industri yang dikelola swasta juga tercatat mencapai 49.595,36 ton berdasarkan data KKP,” kata Stefania, Jumat (16/10/2026).

  • Bagikan