KUPANG, fokusNusaTenggara.com — Produksi garam rakyat di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2025, produksi garam rakyat di provinsi kepulauan itu mencapai 20.542,20 ton atau melonjak 30,07 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang tercatat 15.793,63 ton.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa NTT memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai salah satu daerah pemasok garam bagi kebutuhan nasional.
Dengan kondisi iklim panas yang berlangsung relatif panjang, NTT dinilai memiliki keunggulan alamiah untuk mengembangkan tambak garam secara lebih luas dan produktif.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Stefania Tunga Boro, mengatakan potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pengembangan kawasan produksi serta penerapan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas tambak.
Menurut Stefania, pemerintah bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong penerapan teknologi pemodelan tambak garam dengan target produktivitas yang dapat mencapai 200 ton per hektare.
“Potensi NTT tidak hanya berasal dari garam rakyat. Produksi garam industri yang dikelola swasta juga tercatat mencapai 49.595,36 ton berdasarkan data KKP,” kata Stefania, Jumat (16/10/2026).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











