ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Musim Panas Bikin Warga Naimata Kesulitan Air, AIPTU Abner Sisihkan Penghasilan hingga Pipa Mengalir ke Rumah

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Nai
Warga Naimata apresiasi dan terima kasih kepada AIPTU Abner Manu sisihkan penghasilan bantu air ( Ist )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  — Musim panas selalu membawa cerita berbeda bagi warga Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Ketika sumber air mulai terbatas, kebutuhan paling dasar untuk minum, memasak hingga mencuci justru harus dibeli dengan harga yang tidak sedikit.

Maria Taek, salah satu warga Naimata, masih mengingat bagaimana keluarganya harus merogoh kocek sekitar Rp70 ribu hanya untuk mendapatkan satu tangki air.

“Dulu kami kesulitan air bersih, apalagi kalau musim panas seperti saat ini,” ujar Maria, Sabtu (3/10/2026).

Kondisi tersebut membuat air menjadi beban tambahan bagi keluarga. Namun, perlahan persoalan itu mulai teratasi setelah Bhabinkamtibmas Kelurahan Naimata, AIPTU Abner Manu, memilih tidak hanya datang ketika warga membutuhkan pelayanan keamanan.

Baca Juga :  Tak Mau KDKMP Molor, Dandim Kupang Segera Gerakkan Koordinasi dan Pendampingan

Abner justru menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu mendekatkan sumber air kepada masyarakat. Ia membantu menyediakan tandon sekaligus jaringan perpipaan agar air dari sumur bor dapat dialirkan lebih dekat ke rumah warga.

“Sekarang berkat bantuan Pak Bhabinkamtibmas, kami tidak membeli lagi. Bahkan airnya sudah sampai ke rumah warga,” kata Maria.

Air tersebut berasal dari sumur bor yang dibangun Polres Kupang Kota pada 2023 di Kantor Lurah Naimata. Meski sumber air sudah tersedia, warga masih menghadapi persoalan lain: jaringan perpipaan belum mampu menjangkau seluruh rumah.

Baca Juga :  Aksi Kemanusiaan Polres Sikka: Siram Abu Vulkanik dan Bagi Masker di Wilayah Terdampak Erupsi

Kondisi itulah yang mendorong Abner membantu pemasangan jaringan menuju wilayah RT 15 dan RT 16. Sekitar 30 batang pipa berukuran satu inci digunakan agar air dapat dialirkan lebih dekat kepada warga.

Bagi Maria, perubahan tersebut sangat berarti. Jika sebelumnya air harus dibeli ketika musim panas, kini sebagian kebutuhan warga dapat dipenuhi dari sumber air yang sudah tersedia di wilayah mereka.

“Ini sangat membantu kami. Kami berterima kasih karena air sekarang lebih dekat,” ungkap Maria.

Baca Juga :  The Old Continent II

Persoalan serupa juga dirasakan warga lainnya. Juanri Ilalain mengatakan ketersediaan air pada musim panas biasanya menurun sehingga warga harus menyiapkan air lebih awal untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kalau musim panas, air sedikit,” kata Juanri.

Tokoh masyarakat Naimata, Yosef Sanam, menjelaskan sumur bor sebenarnya telah tersedia sejak 2023. Kendalanya, warga masih membutuhkan jaringan penyambungan agar air bisa dimanfaatkan langsung di rumah.

“Memang kami kekurangan air bersih. Sumur bor sudah tersedia, tetapi kami terkendala penyambungan,” kata Yosef.

  • Bagikan