ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Walau Efisiensi, Anggaran Terbatas, BPJN NTT Tetap Akses Jaga Stabilitas dan Mobilitas

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com — Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Agustinus Junianto ST, MT, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi semangat BPJN dalam menjaga stabilitas dan mobilitas barang serta jasa di wilayah NTT.

“Meski ada efisiensi anggaran, kami tetap berkomitmen untuk memastikan kelancaran transportasi di NTT. Beberapa titik longsor seperti di Takari sudah kami tangani secara sementara agar masyarakat tetap bisa melintas,” ujar Agustinus kepada wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (25/3/25).

Pada tahun 2024, BPJN NTT mendapat anggaran Rp 782,3 miliar. Namun, tahun ini anggaran turun drastis menjadi Rp 274,3 miliar, yang mencakup perencanaan, pengawasan, operasional kantor, serta gaji pegawai. Untuk fisik, alokasi anggaran hanya sebesar Rp 102 miliar, sementara pencairan tahap kedua masih menunggu keputusan pusat.

Baca Juga :  Polda NTT Gagalkan Pengiriman Calon Korban Perdagangan Orang ke Taiwan, Tersangka Diamankan di Bali

Proyek Infrastruktur Tetap Berjalan

Meskipun anggaran terbatas, BPJN NTT tetap melaksanakan beberapa proyek strategis. Saat ini, telah dikontrak enam paket pekerjaan dengan total nilai Rp 43 miliar, yang terdiri dari lima proyek fisik dan satu supervisi. Beberapa proyek tersebut antara lain:

Penanganan longsor di Takari, Rehabilitasi Jembatan Noelmina, Rehabilitasi Jembatan Hurung, Rehabilitasi Jembatan Taramana dan Perbaikan ruas jalan batas Kota Kupang – Batas Kota SoE

Baca Juga :  Mendadak 21 Kapolres dan Jajaran Jalani Tes Uri di Mapolda

“Kami masih menunggu pencairan tahap kedua agar proyek yang sudah direncanakan bisa segera dikerjakan,” tambah Agustinus.

Tantangan dalam Pemeliharaan Jalan Nasional

  • Bagikan