Saat ini, tingkat kemantapan jalan nasional di NTT berada di angka 96,03 persen. Namun, akibat pemotongan anggaran, kondisi ini diperkirakan turun menjadi sekitar 92-93 persen pada akhir tahun. Oleh karena itu, BPJN berfokus pada pemeliharaan jalan agar kondisi tidak semakin memburuk.
Agustinus juga mengungkapkan bahwa terdapat 1.523 lubang di jalan nasional, dengan 910 di antaranya telah diperbaiki. “Kami targetkan dalam 6-7 minggu ke depan semua lubang tertutup sehingga saat libur Lebaran nanti, jalur transportasi aman dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Dukungan untuk Kawasan Prioritas
BPJN NTT juga mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Fokus utama adalah pembangunan konektivitas di lima kawasan prioritas di NTT, terutama di Pulau Flores dan Timor.
“Kami ingin pembangunan jalan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, terutama di kawasan wisata dan pertanian unggulan,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, BPJN NTT tetap berupaya agar infrastruktur jalan di wilayah NTT terjaga dengan baik demi kelancaran transportasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











