Wali Kota Kupang menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata hadirnya negara di tengah masyarakat. “Ini bukan hanya pemberian santunan, tetapi simbol bahwa negara hadir saat masyarakat membutuhkan. Pemerintah provinsi hadir, pemerintah kota hadir, semua elemen hadir bersama masyarakat. Kalau ingin cepat, kita berjalan sendiri. Kalau ingin jauh, kita berjalan bersama-sama. Inilah makna kebersamaan yang kita wujudkan hari ini,” tegas dr. Christian Widodo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Nakertrans Provinsi NTT, dan DPRD Provinsi NTT atas dukungan anggaran untuk program tersebut. “Otoritas bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Terima kasih kepada semua pihak yang terus menjaga harapan dan menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. Dengan kebersamaan, kita yakin dapat mengatasi setiap tantangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, Wawan Burhanuddin, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap program perlindungan sosial bagi pekerja rentan. “Program ini adalah wujud nyata kehadiran negara bagi rakyat. Dengan dukungan Gubernur dan Wali Kota, masyarakat kini terlindungi melalui jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Kebijakan ini benar-benar pro rakyat,” ujarnya.
Melalui program Bangun NTT ini, pemerintah berharap semakin banyak pekerja rentan di Kota Kupang yang memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga dapat meningkatkan rasa aman, kepastian, dan kesejahteraan masyarakat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











