Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menawarkan Rumah Jabatan Wali Kota sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang belum memiliki penampungan.
“Kalau belum ada tempat tinggal sementara, Rumah Jabatan terbuka untuk digunakan. Di sana ada mess yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko Umar, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi untuk mengakomodasi tawaran tersebut.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota tadi, nanti kami koordinasikan kembali. Apabila ada warga yang bersedia dievakuasi ke sana, akan kami bantu,” ujarnya.
Ricko juga menjelaskan bahwa penanganan prioritas saat ini difokuskan kepada kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, perempuan, dan lansia.
“Menurut data yang kami terima, hanya ada satu lansia dan sudah dipindahkan ke rumah keluarganya. Selebihnya, balita, anak-anak, dan perempuan sudah diungsikan ke rumah keluarga yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian,” terangnya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Informasi awal menyebutkan bahwa api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah warga.
Pemerintah Kota Kupang berkomitmen akan terus mendampingi warga terdampak hingga kondisi kembali normal dan seluruh kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











