Wali Kota juga mengajak seluruh pihak, mulai dari tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga elemen politik untuk bersama-sama mendukung pembangunan kota. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program-program pemerintah berjalan optimal.
Sementara itu, Co Pastor Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, Romo Frans Atamau, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Wali Kota Kupang. Ia menganalogikan momen tersebut dengan kisah Maria yang mengunjungi saudarinya, Elisabet, sebagai bentuk kehadiran yang membawa sukacita dan penguatan.
“Layaknya Maria mengunjungi Elisabet saudaranya, satu kehadiran yang membuat jiwa kami bergembira, sangat-sangat bergembira. Jadi mungkin nanti Bapak Wali Kota silakan berefleksi sendiri atas refleksi pribadi saya ini, tentang bagaimana Maria mengunjungi Elisabet dalam penguatan-penguatan baik yang sudah dilaksanakan, sedang dilaksanakan, dan yang akan dilaksanakan,” ungkap Romo Frans.
Romo Frans juga mencatat bahwa kehadiran Wali Kota kali ini merupakan yang ketiga kalinya di Naimata. Ia menyampaikan rasa haru dan kegembiraannya, seraya menegaskan bahwa umat di Stasi Naimata akan senantiasa mendoakan pimpinan daerah, demi kebaikan pelayanan dan perjalanan pemerintahan.
Acara penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, diawali dengan Misa yang dipimpin oleh Pater Flavianus Goa, OCD. Turut hadir Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang; Lurah Naimata; Dewan Pastoral Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata beserta umat.
Penyerahan bantuan rumah ibadah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus mendorong pembangunan berbasis nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kesejahteraan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











