Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, dalam sambutannya mengakui bahwa tidak banyak gereja yang mampu mewujudkan pembangunan sesuai rencana karena kerap kali dihadapkan pada perbedaan pendapat di internal jemaat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun, senada dengan yang disampaikan Wali Kota.
“Saya percaya setiap batu bangunan yang diletakkan di sini berasal dari keringat, semangat, dan partisipasi jemaat. Jemaat adalah kekuatan dan aset utama gereja,” tandasnya.
Richard juga menyampaikan dukungan lembaga legislatif terhadap pembangunan pastori tersebut dan memastikan akan menjadi perhatian bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Kupang ke depan.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Persaudaraan, Pendeta Yeheskiel Hede, S.Th., M.A., menjelaskan bahwa pembangunan pastori ini telah direncanakan sejak dua tahun lalu, namun baru bisa direalisasikan pada tahun 2025 yang bertepatan dengan momentum Jumat Agung.
Ia menyebutkan, pastori tersebut akan dibangun dua lantai dan dihuni oleh dua keluarga pendeta. Proyek ini menelan anggaran lebih dari Rp2 miliar dan dirancang terkoneksi langsung dengan bangunan gereja agar pelayanan kepada jemaat bisa lebih cepat, fokus, dan terbuka selama 24 jam
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











