ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota: Festival Budaya Bukan Sekadar Perayaan, tapi Penggerak Ekonomi dan Persatuan

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Di mana ada keramaian, di situ ekonomi bergerak. Karena itu, mari kita dukung lebih banyak kegiatan seni, budaya, dan festival di Kota Kupang,” tandasnya.

Ketua Panitia, Jemi Paulus Elimanafe, dalam laporannya menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, mengajak masyarakat mencintai adat daerah, mempererat persaudaraan, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, serta memberi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakatnya.

Festival berlangsung mulai 2 hingga 16 Agustus 2025, menampilkan pagelaran seni budaya seperti tarian daerah dan paduan suara lagu daerah oleh warga, siswa, dan mahasiswa, serta berbagai perlombaan tradisional seperti gigit sendok, lari karung, kartu 13 daun, catur, dan voli putra-putri.

Baca Juga :  PPPK Tahap II Terima SK, Wali Kota Kupang: “Harus Taat Aturan”

Sebagai bagian dari pembukaan, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Kupang menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa dua unit mesin press sampah hidrolik otomatis kepada Manajemen Bank Sampah Muara Abu Kelurahan Oesapa Barat.

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di kelurahan tersebut. Setelah penyerahan CSR, Wali Kota memukul gong sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan yang disambut meriah oleh warga yang hadir.

Baca Juga :  Dukungan KTP Untuk Jeriko Tembus Angka 93.544

Acara ini turut dihadiri para anggota DPRD Kota Kupang, antara lain Muhammad Ikhsan Darwis, Moses Mandala, Otniel Benyamin Selan, dan Elbert Manafe, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M. D. Gheta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang Ariantje Martje Baun, Camat Kelapa Lima I Wayan Gede Astawa, Lurah Oesapa Barat Christian Eiko Chamdra, Branch Manager BNI Cabang Kupang Carolus I Nyoman Mariadi, pengusaha sekaligus tokoh masyarakat setempat Haji Darwis, Kapolsek Kota Lama, Danramil 1604-01 Kupang, Ketua LPM, perangkat kelurahan, pengurus lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK), pelaku UMKM, pengurus Bank Sampah Muara Abu, mahasiswa KKN, guru, pelajar, dan warga Kelurahan Oesapa Barat.

Baca Juga :  Walikota Kupang Instruksikan Lima Hal Terkait GKH

Pemerintah Kota Kupang berharap festival ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat persatuan warga, menjadi daya tarik wisata budaya, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Kupang

  • Bagikan