Jeffry juga meminta keluarga mulai membangun kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan. Pendidikan anak dan kebutuhan kesehatan menjadi dua hal yang menurutnya harus dipersiapkan sejak dini.
“Yang kita perlukan bukan sekadar berhemat, tetapi bijak dalam menggunakan uang. Kita perlu memiliki perencanaan, memiliki saving untuk pendidikan anak dan kesehatan, serta mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik,” katanya.
Tidak hanya pinjaman online, ancaman lain yang ikut menjadi perhatian adalah penipuan dan penyalahgunaan layanan keuangan digital. Jeffry meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap berbagai tawaran transaksi yang muncul melalui ruang digital.
Pengurus DWP Kota Kupang, Meilan Sibuea, S.STP., M.Si., mengatakan perempuan memiliki posisi penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Karena itu, anggota DWP perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk menentukan kebutuhan, keinginan, tabungan dan rencana keuangan keluarga.
Pelatihan tersebut merupakan Program Kerja Bidang Ekonomi DWP Kota Kupang Tahun 2026 dan diikuti 60 peserta dari unsur pengurus serta anggota DWP dinas, badan, bagian dan kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.
Materi diberikan oleh Kepala BKAD Kota Kupang Jimmy J. A. Tunliu, S.E., M.M., serta perwakilan Bank Indonesia KPw Provinsi NTT, Alfiana Sangsun Jehamur dan Bolty Evelyn Rilen Ballo
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











