Ia menegaskan bahwa event budaya semacam ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat. “UMKM adalah jantung ekonomi rakyat. Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM agar semakin kuat dan percaya diri,” tambahnya.
Wakil Wali Kota juga menyampaikan kebijakan Pemerintah Kota Kupang terkait Dana Pengamanan Kesehatan Kegawatdaruratan sebesar Rp3 miliar per tahun yang ditujukan untuk memastikan layanan kesehatan darurat dapat diakses warga tanpa hambatan administrasi.
Ia turut menyinggung kesuksesan program Saboak Koepan (Sunday Market Buat Orang Kupang) sebagai salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap UMKM. “Dalam empat minggu pelaksanaannya, Saboak telah melibatkan lebih dari 80 UMKM dan mencatatkan omzet lebih dari Rp1 miliar. Ini menjadi penggerak ekonomi lokal yang menjanjikan,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan event budaya ini sebagai momentum memperkuat rasa persatuan dan kepedulian terhadap budaya lokal. “Mari kita rayakan kemerdekaan bukan hanya dengan lagu dan tari, tetapi juga dengan aksi nyata untuk memberdayakan warga, melindungi yang lemah, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Event Budaya Kelurahan Penkase-Oeleta diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga Kota Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











