Menanggapi hasil rekapitulasi suara pada rapat pleno KPU Rote Ndao, tokoh masyarakat desa Nusakdale, Folkes Sanu, mengatakan kemenangan Paulus – Apremoi merupakan bukti bahwa rakyat berdaulat dan tidak bisa “dibeli”.
“Kami memilih paket Ita Esa (Paulus – Apremoi) karena kami merindukan perubahan. Kami bangga karena bisa menggagalkan Petahana melaju ke periode kedua bahkan boleh dikatakan periode keempat ,” tegas Folkes.
Dia berpesan, agar Paulus Henukh dan Apromoi D. Dethan, dalam menjalankan tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao nanti, selalu berpihak pada rakyat kecil.
“Semoga ada perubahan sesuai harapan masyarakat dan juga janji – janji yang tertuang dalam visi misi paket Ita Esa,” ungkap Folkes.
“Ingat, Jangan khianati rakyat yang telah memilih dan menyerahkan kekuasaan ini, karena ketika rakyat marah maka kekuasaan itu akan runtuh,” imbuhnya.
Untuk diketahui, perolehan suara sah paket Lentera (Incumbent) tahun 2024 tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
Tahun 2018 paket Lentera keluar sebagai pemenang kontestasi politik Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao dengan suara sah sebanyak 22,098, sementara tahun 2024 paket Lentera hanya mampu meraih 26,008 suara sah, atau meningkat hanya 3,910 suara.
Dengan perolehan suara sah yang sangat minimalis tersebut, maka jika suara sah paket Lentera dan Lontar Malole digabung pun masih tetap kalah yakni hanya sebanyak 35,304 suara sedangkan Paket Ita Esa masih tetap unggul dengan 40,474 suara sah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











