Calon Gubernur yang telah membangun lebih dari 400 titik air menggunakan teknologi pompa hidram itu mengatakan, sistem pengairan di lokasi pertanian juga akan menggunakan teknologi.
“Pilot projectnya sudah saya kerjakan di Kupang, saya di sini (Alor) tapi saya bisa pantau tanaman saya di Kupang, yang kelembabannya kurang bisa saya siram dari sini,” terang SPK.
Dia menjelaskan, ketika kegiatan bertani sudah dilakukan secara modern maka anak – anak muda pun akan tertarik untuk bertani.
Kegiatan pertanian, lanjut SPK tidak berhenti sampai di situ, akan diintegrasikan dengan peternakan.
Kita akan buat mesin pencacah pakan dan mesin pembuat pelet untuk ternak.
“Tanaman jagung akan dimanfaatkan seutuhnya, biji jagung bisa diolah menjadi makanan bahkan cemilan yang bernilai ekonomis, sedangkan tongkol, batang, dan daun jagung akan diolah menjadi pakan ternak,” jelasnya.
“Masyarakat bisa budidaya ayam pedaging dan petelur untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus meningkatkan ekonomi,” pungkasnya.
Dengan demikian, banyak tenaga kerja produktif akan terserap, anak – anak yang muda yang menyelesaikan pendidikan tidak hanya berorientasi menjadi ASN saja tetapi bisa menjadi petani muda, peternak dan pengusaha di bidang pertanian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











