KUPANG, fokusnusatenggara.com — Skandal keracunan massal akibat makan bergizi gratis kembali mengguncang dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Kali ini, sebanyak 101 siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang harus dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi makanan dari program bantuan pemerintah ini pada Selasa 22 Juli 2025.
Peristiwa ini langsung mendapat sorotan tajam dari Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr. Sam Haning, SH., MH.
“Saya sangat prihatin. Ini sudah keterlaluan. Program pemerintah yang seharusnya menyehatkan malah jadi ancaman kesehatan bagi anak-anak. Saya minta aparat hukum segera turun tangan dan usut tuntas,” tegas Dr. Haning dalam keterangannya.
Menurutnya, kasus ini bukan hanya soal keracunan biasa, tetapi menyangkut masa depan dan keselamatan anak-anak sekolah. Ia menilai, kelalaian dalam penyaluran makanan tidak bisa ditoleransi lagi.
Trauma Psikologis dan Gangguan Belajar
Dr. Sam Haning menjelaskan bahwa efek dari kejadian ini bukan hanya pada fisik, tetapi juga menyebabkan trauma psikis pada para siswa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









