Setiap hari, mulai Senin – Jumat para siswa mendapat makanan bergizi setelah kegiatan belajar mengajar atau menjelang pulang sekolah.
Menunya sendiri, khusus lauk pauk bergantian dari ayam, ikan, daging sapi, telur, tahu, tempe, nasi hangat, sayur-sayuran dan buah-buahan segar. “Semua di siapkan berdasarkan prinsip gizi seimbang. Dan yang terpenting, sesuai harapan dan kebutuhan anak-anak,” tambah Maria.
Pelayanan dilakukan lima hari dalam seminggu, dari Senin hingga Jumat, melalui Dapur Alak yang menjadi pusat penyajian. Prosesnya dikawal melalui survei dan pendataan jumlah siswa secara berkala agar tidak ada yang terlewat dan setiap porsi tetap tepat sasaran.
Dampak program ini, menurut Maria sangat terasa dimana siswa menjadi lebih rajin hadir di sekolah, konsentrasi belajar di kelas meningkat, dan semangat belajar tumbuh lebih kuat. Selain itu, mengurangi jajan anak -anak di sekolah.
Ia yakin, MBG bukan hanya tentang makan, tapi tentang tumbuhnya rasa aman, diperhatikan, dan didukung. “Program ini berjalan sangat baik, sesuai harapan. Kami sebagai sekolah akan terus menjaga dan memastikan pelayanan ini berlanjut dengan mutu yang terjaga,” tandasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











