“Kita harus menjaga konsistensi latihan. Prestasi itu membutuhkan disiplin, kerja keras dan pembinaan yang berkelanjutan,” tegas Julie.
Menuju PON 2028, Perkemi NTT juga menyiapkan program pembinaan jangka panjang. Salah satu agenda yang disiapkan adalah mematangkan atlet potensial untuk menghadapi kejuaraan dunia di Jepang sebagai bagian dari proses mengukur kemampuan sebelum menghadapi kompetisi nasional.
Julie menegaskan, status NTT sebagai tuan rumah PON 2028 tidak boleh membuat atlet terlena. Justru kesempatan tersebut harus dijawab dengan persiapan matang sejak jauh hari.
“Kita ingin meningkatkan perolehan medali pada PON 2028, bahkan target kita adalah juara umum. Tetapi itu harus dibangun dengan persiapan, latihan dan pembinaan yang serius,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Perkemi Laksamana Madya TNI (Purn) Prof. Dr. Agus Setiadji, S.A.P., M.A., memberikan apresiasi terhadap potensi atlet NTT. Ia menyebut kontribusi atlet NTT dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat prestasi kempo Indonesia di tingkat internasional.
Agus mengatakan Indonesia sebelumnya mampu menempati posisi kedua pada Kejuaraan Dunia Kempo 2023 di Jepang dengan torehan tujuh medali, masing-masing dua emas, tiga perak dan dua perunggu. Ia berharap dari pembinaan di daerah, termasuk NTT, akan lahir atlet yang mampu menembus level ASEAN hingga Olimpiade.
“Potensi atlet NTT sangat besar. Kita berharap pembinaan terus dikembangkan sehingga mereka bukan hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu membawa nama Indonesia di tingkat dunia,” ujar Agus
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











