“Kita optimistis kegiatan seperti ini akan memperkuat pembinaan atlet berkuda di NTT. Semakin banyak kompetisi yang berkualitas, semakin besar peluang kita melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di PON 2028 maupun kejuaraan nasional lainnya,” ujarnya.
Selain melahirkan atlet, Melki menilai pacuan kuda juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ribuan penonton, peserta, dan ofisial yang hadir membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, hingga masyarakat sekitar arena pacuan.
Ia berharap penyelenggaraan pacuan kuda di Sumba terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas pertandingan, pembinaan atlet, maupun tata kelola penyelenggaraan sehingga mampu menjadi ikon olahraga sekaligus destinasi wisata unggulan NTT.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengaku kagum melihat antusiasme masyarakat dan kualitas penyelenggaraan pacuan kuda di Sumba. Menurutnya, olahraga ini memiliki karakter kuat karena tumbuh dari budaya masyarakat setempat.
“Untuk PON 2028 nanti, setelah saya menyaksikan pacuan kuda tadi, sebagai Ketua KONI saya memutuskan pacuan kuda tradisional tempatnya di sini,” tegas Marciano yang disambut tepuk tangan ribuan penonton.
Pada kesempatan itu, Gubernur Melki dan Ketua Umum KONI Pusat juga menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan berupa body protector dan helm kepada para joki cilik. Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan keamanan para atlet muda sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam pembinaan olahraga berkuda menuju PON XXII Tahun 2028
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











