Pria yang dikenal sebagai profesional di bidang konstruksi, pertanian, peternakan, dan industri kreatif ini menuturkan PT Agrinas Pangan Nusantara yang dipimpinnya selama 6 bulan bahkan belum memperoleh anggaran untuk menjalankan berbagai program strategis yang sudah dirancang.
Dia menegaskan bahwa keseriusan Presiden dalam mendukung dan menggerakkan segala upaya untuk mewujudkan kedaulatan pangan tidak didukung sepenuhnya oleh stakeholder atau orang-orang, pembantu-pembantu Presiden.
“Sehingga kami sampai hari ini tidak mendapatkan dukungan maksimal untuk bisa membuat langkah-langkah nyata yang sudah kami siapkan. Contohnya anggaran sampai hari ini, Agrinas Pangan Nusantara masih nol,” jelasnya.
Joao Mota pun menilai, cara kerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) masih bersifat terlalu birokratis dan tidak berorientasi bisnis.
Dirinya merasa tidak cocok dengan cara kerja yang terlalu birokratis tersebut. Cara kerjanya lebih berorientasi bisnis dan bekerja cepat.
Diketahui, Joao Mota diangkat sebagai Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor 32/MBU/02/2025 tertanggal 10 Februari 2025.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











