ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kunker di Ende : Gubernur NTT Dorong Capaian Berbagai Program Strategis Nasional dan Daerah

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Kalau itu bisa disentuh, mudah-mudahan di ujung masa pemerintahan jumlah hunian tidak layak huni di NTT bisa diturunkan,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki juga meminta peserta untuk mengapresiasi tren positif pertumbuhan ekonomi di NTT. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi NTT tercatat sebesar 5,44%, lebih tinggi dibanding triwulan I yang mencapai 4,55%, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12% periode yang sama.

“30% penyumbang pertumbuhan itu datang dari sektor pertanian. Walaupun agak tidak sebanding, kalau sektor pertanian dibantu di NTT, berarti kita telah membantu 60% penduduk NTT,” tegas Gubernur Melki, sebelum melanjutkan, “untuk itu, di titik ini kita tidak boleh kompromi soal harga. Harga jual di NTT tidak boleh lebih kecil dari harga yang ditetapkan pemerintah,” tegas Gubernur Melki.

Baca Juga :  Gubernur NTT Ajak Semua Pihak Jaga Spirit Damai & Toleransi Di Bumi Flobamorata

Di akhir pemaparan, Gubernur Melki memperkenalkan even Tour de Entete yang rencananya akan melewati Ende di salah satu etapenya, dan NTT Mart sebagai muara bagi produk-produk hilirisasi UMKM-UMKM di desa-desa melalui Gerakan One Village One Product.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ende telah membentuk tim kerja bersama untuk mempercepat pelaksanaan program-program strategis nasional di Ende. Selain itu, ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ende mencari cara-cara kreatif untuk memenuhi target capaian PAD sebanyak 150 miliar rupiah untuk tahun 2025.

Berbagai strategi yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Ende antara lain : membentuk tim TP2D untuk mengkaji berbagai kebocoran di semua lini, mengurangi belanja dan perjalanan dinas yang tidak perlu,  melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pajak, memperbaiki tata kelola parkir, pasar, pendataan hotel, restoran dan lain-lain, mengelola anggaran terbatas yang ada untuk perbaiki infrastruktur penghasil PAD, serta melakukan berbagai even menggunakan CSR dan sponsorship yang tidak membebani APBD untuk meningkatkan PAD dan menumbuhkan ekonomi masyarakat dan UMKM.

Baca Juga :  BPDAS Benain Noelmina Siapkan 160 Ribu Anakan Produktif untuk Ditanam di Lahan Seluas 400 Hektare

Bupati Yosef meminta kepada Pemerintah Provinsi NTT melalui Gubernur NTT untuk mengintervensi pembangunan jalan provinsi antar kecamatan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah membiayai BPJS Ketenagakerjaan untuk 9.731 orang pekerja rentan di Ende. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi yang telah melakukan peningkatan kapasitas kepemudaan dan UMKM di Kabupaten Ende.

Baca Juga :  Sambut Delegasi IPACS 2025, Gubernur Melki : “Kita Berasal dari Rahim Samudra yang Sama”

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Kabupaten Ende, Nara Grace Boru Ginting, menyampaikan bahwa dari sisi cakupan kepesertaan di Kabupaten Ende, persentase kepesertaan sudah berada di atas angka 98%, dengan keaktifan 95%. Hal itu membuat Kabupaten Ende memperoleh predikat UHC prioritas. Artinya, ketika ada masyarakat yang belum terdaftar dan baru didaftarkan langsung aktif kepesertaannya.

Nara Grace memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang telah menganggarkan Rp.10,7 miliar untuk jaminan kesehatan masyarakat melalui skema APBD. Dalam kesempatan yang sama, ia berharap agar kuota provinsi yang belum dimanfaatkan bisa segera disambut oleh pemerintah kabupaten.

  • Bagikan