Dijelaskannya, dalam konteks Kabupaten Kupang yang sebagian besar wilayahnya berbasis pertanian dan peternakan, peran penyuluh sangat vital untuk mewujudkan transformasi sektor pertanian menjadi lebih modern, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Kita menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Kupang, antara lain perubahan iklim dan cuaca ekstrim yang mengancam produksi, keterbatasan air dan infrastruktur irigasi, minimnya regenerasi petani muda, dan akses petani terhadap pasar dan pembiayaan yang masih terbatas. Namun dibalik itu kita juga memiliki peluang seperti lahan yang luas dan subur untuk dikembangkan, komoditas unggulan seperti jagung sapi dan kelor, dukungan program nasional yang signifikan, dan potensi ekspor pertanian organic dan UMKM pertanian.
Saya tegaskan disini, kunci untuk mengoptimalkan peluang – peluang tersebut adalah melalui peran aktif penyuluh pertanian dalam mendampingi dan pemberdayaan masyarakat” urai Yosef Lede.
Pemerintah Kabupaten Kupang sendiri menurut Yosef Lede, terus mendorong agar peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan, penguatan kelembagaan penyuluh berbasis Kecamatan dan Desa, pemanfaatan teknologi digital dalam penyuluhan, dan sinergi antar OPD, Perguruan Tinggi, lembaga riset, dan swasta untuk memperluas jejaring dan inovasi. Penyuluh Pertanian menurut Yosef Lede, akan dijadikan sebagai agen perubahan, bukan hanya pelaksana program.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











