ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Pemkab Kupang Gelar Rakor Bersama Penyuluh Pertanian

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com — Pemerintah Kabupaten Kupang terus bergerak melakukan langkah- langkah strategis untuk mendukung pembangunan Daerah dan salah satunya melakukan rapat koordinasi (Rakor) untuk meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian dalam menjalankan tugas di lapangan sehingga kerja-kerja yang dilakukan memberikan dampak produktif bagi kehidupan masyarakat. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Kupang, Amin Juariah, dan seluruh Penyuluh Pertanian di Kabupaten Kupang, selasa 15/4/2025.

Baca Juga :  Belum Setahun Dikerjakan, Jalan Detusoko – Maurole Rusak Parah

Bupati Kupang, Yosef Lede, SH, saat membuka rakor tersebut menguraikan bahwa sektor pertanian di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Negara, terutama dalam penyediaan bahan baku industri, penciptaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Yosep Lede, Kabupaten Kupang memiliki potensi pertanian yang besar, oleh karena itu rakor sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyuluh pertanian agar mendukung pencapaian kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Pentingnya Kemitraan Eksekutif Dan Legislatif Untuk kepentingan Rakyat

“Pertanian merupakan salah satu sektor unggulan dan tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Kupang. Dalam hal ini penyuluh pertanian memiliki peran yang sangat strategis, yaitu sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dengan masyarakat petani di lapangan. Penyuluh bukan hanya menyampaikan informasi tetapi juga memberi pendampingan teknis, membangun kepercayaan petani, dan mengedukasi petani agar mampu beradaptasi dengan tantangan zaman seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar”, jelas Yosef Lede.

Baca Juga :  Dukung RPM, Saluran Irigasi Haerain Diperbaiki

Yosef Lede melanjutkan, penyuluh pertanian bukan hanya sebagai sumber informasi atau teknis lapangan, melainkan sebagai motivator dan fasilitator perubahan pola pikir petani, pendorong adopsi inovasi teknologi, dan jembatan antara Petani, Pemerintah, dan pasar.

  • Bagikan